Okita.News, - Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi dilantik sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2024–2029 oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (25/10/2026).
Pelantikan tersebut sekaligus mengesahkan 197 orang dalam jajaran kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel. Sejumlah nama yang menempati posisi strategis di antaranya Supriansa sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, dan Amirullah Nur sebagai Bendahara.
Sejumlah tokoh Partai Golkar turut hadir dalam agenda tersebut, termasuk anggota DPR RI Nurdin Halid, Taufan Pawe, dan Hamka B Kady. Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta sejumlah pengurus DPP Partai Golkar.
Dalam sambutannya, IAS menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya proses konsolidasi politik yang mengantarkannya ke pucuk kepemimpinan Golkar Sulsel. Ia juga mengapresiasi dukungan istri dan keluarga yang dinilainya menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya.
“Alhamdulillah, tidak terasa sebuah perjalanan konsolidasi bagi saya secara pribadi dalam rangka mencakup puncak pimpinan untuk memimpin partai di Sulawesi Selatan hari ini sampai pada puncaknya dalam sebuah proses keabsahan daripada sebuah keputusan,” ujar IAS.
Mantan Wali Kota Makassar itu menegaskan, kepengurusan yang baru tidak ingin terjebak pada target politik yang muluk-muluk. Fokus utama Golkar Sulsel, kata dia, adalah memperkuat organisasi dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.
“Kami tidak muluk-muluk, secara partai, Partai Golkar tidak berorientasi mencapai kemenangan selalu, tetapi insyaallah Partai Golkar akan bekerja untuk mencapai capaian kursi yang maksimal. Pak Sekjen, teman-teman, alhamdulillah otaknya pengurus sekarang ini tidak perlu banyak-banyak, kotaknya cuma satu, tambah kursi,” tegasnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, IAS menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu prioritasnya adalah menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, yang ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
Selain pembenahan struktur organisasi, Golkar Sulsel juga akan menggunakan pendekatan berbasis survei untuk mengukur tingkat penerimaan figur di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi politik dan memperkuat daya saing partai.
IAS juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen partai agar konsolidasi tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan, tetapi berlanjut pada kerja politik yang terukur dan berdampak terhadap perolehan suara.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan, DPD I Golkar Sulsel saat ini tengah melakukan renovasi gedung sekretariat. Pembenahan tersebut mencakup penambahan satu lantai yang secara khusus diperuntukkan sebagai ruang pleno agar mampu menampung seluruh pengurus dalam rapat resmi.
IAS meyakini, penguatan organisasi, kebersamaan, dan komitmen yang dituangkan melalui penandatanganan pakta integritas menjadi modal penting untuk mencapai target partai.
Kepengurusan baru Golkar Sulsel kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan konsolidasi internal menjadi peningkatan perolehan kursi, baik di DPR RI maupun DPRD kabupaten dan kota.
Bagi IAS, target tersebut menjadi pekerjaan utama yang harus dikawal bersama oleh seluruh jajaran pengurus. Slogan “tambah kursi” pun menjadi penegasan arah politik Golkar Sulsel dalam menghadapi kontestasi pemilu mendatang.
(Red)



