Okita.News, - SOPPENG - Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas pedagang UMKM di sejumlah titik di Kabupaten Soppeng mulai meningkat. Namun, keberadaan pedagang yang menggunakan bahu jalan di depan SMPN 3 Soppeng, tepatnya di Jalan Kemakmuran depan persimpangan sekolah tersebut, menuai sorotan warga.
Sejumlah pelaku usaha diduga menyalahi aturan karena memanfaatkan bahu hingga badan jalan untuk berjualan. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jam-jam sibuk saat aktivitas padat dan lalu lintas meningkat.
Salah satu warga sekitar berinisial AS menegaskan bahwa dirinya tidak melarang masyarakat mencari nafkah, namun tetap harus memperhatikan aturan dan keselamatan.
“Tidak dilarang mencari rejeki, tapi jangan juga menggunakan bahu jalan. Itu demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ungkap AS.
Ia juga menambahkan agar para pedagang tidak bersikap serakah dalam mengambil tempat berjualan.
“Bukan cuma itu, di sini kan kita banyak mau menjual, jangan ada yang serakah mengambil tempat yang luas,” jelasnya.
Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya membahayakan pengendara, tetapi juga dapat memicu konflik antar pedagang akibat perebutan lokasi berjualan.
Untuk itu, masyarakat meminta ketegasan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Soppeng agar segera melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kabid Kamtib Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Pol PP Kabupaten Soppeng, Amriadi, mengakui adanya pedagang yang menempati badan jalan.
“Waa… badan jalan itu. Besok saya turunkan anggota,” tulis Amriadi saat dihubungi.
Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Soppeng, Andi Surahman, menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat dan memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
Masyarakat berharap penertiban dilakukan secara humanis namun tegas, sehingga para pelaku UMKM tetap bisa mencari nafkah tanpa mengabaikan aturan serta keselamatan pengguna jalan, khususnya menjelang Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas perdagangan.


