![]() |
| Foto ilustrasi bantuan pangan Bulog |
Okita.News – SOPPENG – Penyaluran bantuan pangan dari Bulog berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng di Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, diduga tidak tepat sasaran. Dugaan ini mencuat setelah sejumlah warga mengeluhkan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Kamis (27/11/2025).
Data PBP DTSEN (Penerima Bantuan Pangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) di Kelurahan Tettikenrarae dinilai perlu dievaluasi ulang agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Masyarakat berharap pemerintah kelurahan tidak lagi mengandalkan data lama, mengingat kondisi ekonomi penduduk terus berubah setiap tahun.
Warga menilai perangkat kelurahan mulai dari tingkat RT, RW hingga lurah harus bekerja lebih maksimal dalam melakukan pendataan ulang PBP DTSEN, agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Salah seorang warga Tettikenrarae berinisial AN mengaku kecewa karena tidak menerima bantuan beras maupun minyak goreng yang dibagikan di kantor kelurahan pada 26 November 2025, padahal menurutnya ia lebih layak dibanding sebagian penerima lainnya.
“Iye, saya kecewa sama data kelurahan. Saya tidak punya apa-apa, tidak terima bantuan. Sedangkan ada yang punya sawah malah dapat bantuan beras,” ungkap AN kepada media.
Saat dikonfirmasi terkait sumber data penerima PBP, Plt. Lurah Tettikenrarae Andi Parenrengi hanya menjelaskan jenis bantuan yang disalurkan tanpa memberikan penjelasan detail mengenai data acuan yang digunakan.
“Bantuan pangan dan bantuan langsung tunai sejahtera di kantor pos,” tulisnya singkat melalui pesan whatsapp.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Soppeng, Abd. Halim Sarro, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan alokasi Oktober-November 2025.
“Jumlah PBP Kabupaten Soppeng sebanyak 16.117 berdasarkan data PBP DTSEN Kemensos. Jenis bantuannya yaitu 4 liter minyak goreng dan 20 kg beras per PBP,” jelas Abd. Halim Sarro.
Warga berharap evaluasi data DTSEN Kelurahan Tettikenrarae segera dilakukan agar permasalahan serupa tidak terulang dan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

