Okita.News, - Mamasa, SULBAR- Isu kepindahan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse (RMS), ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mencuat ke ruang publik.
Sorotan semakin mencuak setelah RMS terlihat hadir bersama Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.
Kehadiran dua tokoh politik nasional tersebut terjadi dalam suasana duka. Kaesang Pangarep bersama rombongan, termasuk Rusdi Masse, melayat ke rumah duka Paulus Papa, orang tua dari Beny Papa, Juru Bicara DPP PSI, pada Selasa (20/01/2026).
Momen kebersamaan Kaesang dan Rusdi Masse ini sontak memicu spekulasi politik. Publik menilai, kedekatan yang ditunjukkan secara terbuka tersebut menjadi sinyal kuat atas isu bergabungnya Rusdi Masse ke PSI, terlebih Kaesang merupakan figur sentral sekaligus simbol regenerasi politik di partai berlambang gajah itu.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Rusdi Masse terkait kabar tersebut. Partai NasDem pun secara tegas membantah isu kepindahan RMS. Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menyatakan bahwa Rusdi Masse masih berstatus sebagai kader NasDem dan tetap menjalankan tugas-tugas kepartaian.
Namun di sisi lain, sumber internal menyebutkan bahwa Rusdi Masse dikabarkan telah menyerahkan surat pengunduran diri dari NasDem. Bahkan, PSI disebut telah menerima sinyal positif terkait kemungkinan bergabungnya tokoh berpengaruh Sulawesi Selatan tersebut.
Isu ini kian menarik perhatian menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026 di Makassar. Agenda tersebut disebut-sebut bakal menjadi panggung deklarasi politik penting, termasuk kemungkinan pengumuman resmi bergabungnya Rusdi Masse ke PSI.
Hingga kini, publik masih menunggu kepastian. Meski indikasi politik semakin menguat, status kepindahan Rusdi Masse ke PSI tetap menjadi tanda tanya besar yang belum terjawab secara resmi.

