Okita.News, - SOPPENG - Proyek raksasa Pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Lempa, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan 1, kini tengah diterpa isu miring. Proyek yang dikelola oleh raksasa konstruksi PT Waskita - FYP KSO ini diduga belum membayarkan sewa alat berat (excavator) milik warga lokal selama hampir tiga bulan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan ini memiliki nilai kontrak yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp 243.400.745.638,00 (Dua ratus empat puluh tiga miliar rupiah lebih) yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2025-2026. Namun, besarnya anggaran tersebut nyatanya tidak menjamin kelancaran pembayaran kepada mitra penyedia alat berat.
Pemilik alat berat berinisial AA dan AM menyatakan kekecewaannya. Mereka menyebutkan bahwa perjanjian awal dengan koordinator pelaksana lapangan bernama Edwin, pembayaran seharusnya dilakukan setiap alat mencapai 200 jam kerja.
"Perjanjian kemarin setiap 200 jam dibayarkan. Prosedurnya, saat masuk 100 jam pertama kami sudah buatkan invoice agar pas 200 jam bisa langsung cair. Tapi faktanya, sekarang sudah masuk bulan ketiga belum juga ada pembayaran," ungkap AM kepada awak media, Senin (09/03/2026).
Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini untuk mendapatkan agar berimbangnya berita justru menemui jalan buntu. Pihak PT Waskita melalui Edwin selaku Koordinator Pelaksana, terkesan enggan memberikan penjelasan.
Pesan singkat melalui WhatsApp hanya menunjukkan centang biru (dibaca) tanpa balasan. Kemudian selanjutnya mendatangi langsung kantor PT Waskita di lokasi proyek pada hari ini senin,9/3 pun gagal. Petugas keamanan yang berjaga, Ali, mengatakan yang bersangkutan sedang sibuk.
"Pak Edwin katanya lagi sibuk, tidak bisa ditemui," ujar Ali singkat di pos penjagaan.
Sangat disayangkan jika proyek strategis di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum ini harus tercoreng oleh masalah administrasi pembayaran vendor lokal. Publik pertanyakan, bagaimana mungkin perusahaan sekelas BUMN yang mengelola dana ratusan miliar rupiah kesulitan menyelesaikan kewajiban sewa alat berat yang menjadi jantung operasional pembangunan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT.Waskita terkait kendala pembayaran yang dikeluhkan oleh pemilik alat berat di Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan.
Penulis: Sahar


