Notification

×

Kategori Berita

Tags
SANTIAJI

ANDI WAHDA

DHATIA

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Panen Jelang Idul Fitri, Suwardi Haseng: Petani Tidak Boleh Dirugikan

Selasa, 17 Maret 2026 | Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T01:00:19Z
Okita.News, - SOPPENG - Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Pertemuan Koordinasi Dukungan Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk masa panen MT Oktober–Maret 2025/2026 di Aula Kantor Gabungan Dinas, Senin (16/3/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis menyatukan persepsi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga gabah petani menjelang puncak panen.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng yang menegaskan pentingnya koordinasi menghadapi peningkatan produksi menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Menurutnya, dinamika panen tahun ini berbeda dari sebelumnya, sehingga membutuhkan kesiapan dan kolaborasi yang lebih solid antar pihak terkait.

“Menjelang Idul Fitri, banyak petani memasuki masa panen. Kita perlu memperkuat sinergi karena situasi saat ini tidak sama seperti sebelumnya. Ada beberapa perubahan yang akan dijelaskan oleh Bulog dan Dinas Pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program SERGAP merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan melindungi harga gabah agar tetap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani tidak dirugikan saat panen raya.

Dalam pertemuan tersebut juga disoroti peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk memastikan distribusi berjalan lancar. 

Perwakilan TNI, Lettu Inf. Rusdi, menegaskan bahwa keterlibatan TNI tidak hanya pada aspek pengamanan, tetapi juga menjaga stabilitas sistem distribusi pangan agar tepat sasaran.

“Ketahanan pangan harus dijaga bersama. TNI hadir untuk memastikan distribusi berjalan baik, seperti halnya pengamanan bandara dan pelabuhan sebagai jalur distribusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh mitra agar tidak melakukan kecurangan dalam proses penimbangan gabah yang dapat merugikan petani.

Sementara itu, Kepala Bulog Soppeng, Abd. Halim Sarro, menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang diskusi terbuka untuk menyelesaikan berbagai kendala di lapangan.

“Kita akan membahas berbagai persoalan dalam serap gabah petani, sehingga bisa ditemukan solusi bersama tanpa ada lagi saling melempar tanggung jawab,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak Bulog akan memperketat proses administrasi, termasuk kewajiban verifikasi oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Jika tidak ada tanda tangan PPL, maka pembayaran tidak akan diproses. Ini penting untuk memastikan gabah yang diserap sesuai standar dan tidak dipanen sebelum waktunya,” tegasnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan langkah dalam menyukseskan program SERGAP, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng semakin meningkat.

Kegiatan ini turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah, jajaran Dinas TPHPKP, pimpinan Bulog, para camat, Danramil, penyuluh pertanian, kepala desa dan lurah, mitra Bulog, serta para ketua Gapoktan se-Kabupaten Soppeng.
display this