![]() |
| Foto ilustrasi |
Okita.News, - SOPPENG - Proyek raksasa pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Lempa, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kini menuai sorotan publik. Pasalnya, diduga sewa alat berat milik warga lokal yang digunakan dalam proyek tersebut dikabarkan hingga kini belum terbayarkan oleh pihak pelaksana proyek, PT Waskita – FYP KSO, Kamis (12/03/2026).
Proyek pembangunan yang memiliki nilai kontrak fantastis ini diketahui mencapai Rp243.400.745.638,00 atau lebih dari Rp243 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026.
Ironisnya, di balik nilai proyek yang begitu besar, salah satu pemilik alat berat lokal justru mengaku belum menerima pembayaran atas penggunaan alat miliknya dalam kegiatan pembangunan tersebut.
Pemilik alat berat berinisial AA dan AM mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap pihak kontraktor pelaksana.
“Kami sangat kecewa. Alat kami sudah digunakan untuk pekerjaan proyek, tapi sampai sekarang pembayaran sewanya belum juga diselesaikan,” ungkap salah satu pemilik alat berat kepada media ini.
Menurut mereka, persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya kejelasan penyelesaian dari pihak kontraktor.
Sementara itu, Okita.News telah beberapa kali mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak PT Waskita – FYP KSO melalui koordinator pelaksana di lapangan yang diketahui bernama Edwin. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut.
Sikap diam atau “bungkam” dari pihak pelaksana proyek ini semakin memicu tanda tanya publik, mengingat proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut merupakan program strategis dengan anggaran yang sangat besar dari pemerintah pusat.
AA dan AM berharap agar persoalan ini segera mendapatkan perhatian serius dan diselesaikan secara transparan, sehingga tidak merugikan kami yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, tutup salah satu pemilik alat.
Penulis: Sahar


