Okita.News, - SOPPENG - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) berskala besar yang berlokasi di Lempa, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kini menjadi sorotan. Di balik nilai anggaran yang fantastis, progres pengerjaan proyek ini justru disebut-sebut sebagai yang paling tertinggal dibandingkan proyek Sekolah Rakyat di wilayah Sulawesi Selatan. Selasa, (14/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan pada Jumat (10/4/2026), salah satu pegawai dari Ditjen Kementerian PUPR Provinsi Sulawesi Selatan inisial “R” mengungkapkan bahwa dari lima proyek Sekolah Rakyat yang tengah berjalan di Sulsel, Soppeng menempati posisi paling lambat dari sisi progres pembangunan. Namun tetap berdasarkan kontrak secara akumulasi, sehingga keterlambatan progres SR Soppeng ditutupi wilayah lain.
“Kalau di Sulawesi Selatan ada lima Sekolah Rakyat yang sementara dikerjakan, Soppeng ini yang paling terlambat progresnya. Tapi kalau secara nasional, Sulawesi Selatan justru yang paling tinggi progresnya,” ujarnya saat ditemui di lapangan, jumat, 10/4.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Soppeng ini memiliki nilai kontrak yang tidak main-main, yakni mencapai Rp243.400.745.638 atau lebih dari Rp243 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026, yang digelontorkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan berskala besar.
Pengerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Waskita – FYP KSO, yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana terkait penyebab keterlambatan progres di lapangan.
Upaya konfirmasi kepada Koordinator Pelaksana Proyek Sekolah Rakyat, Edwin, juga belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng. Lambatnya progres pembangunan dikhawatirkan dapat berdampak pada target penyelesaian serta pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat.
Publik kini menanti transparansi dari pihak terkait, sekaligus langkah konkret untuk mempercepat pengerjaan proyek agar dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di daerah kabupaten Soppeng.


