Notification

×

Kategori Berita

Tags
SANTIAJI

ANDI WAHDA

GANRA

ROMPEGADING

JAMPU

DHATIA

HJS 765 PEMDA

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Miliaran Jembatan Kessing Belum FHO, Sudah Retak Lagi

Senin, 25 Mei 2026 | Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T13:28:11Z
Okita.News, - SOPPENG - Proyek pembangunan Jembatan Kessing di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, kembali menuai sorotan. Pasalnya, proyek bernilai miliaran rupiah itu disebut mengalami keretakan pada oprit jembatan meski belum dilakukan Final Hand Over (FHO) Penyerahan akhir, setelah masa pemeliharaan berakhir. Senin (25/5/2026). 

Sorotan keras datang dari Ketua LSM Pelita Keadilan, Nur Alam Abra. Ia mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh CV Fayutama Jaya Karya tersebut karena dinilai bermasalah sejak awal pelaksanaan.

“Jembatan ini belum FHO tapi sudah kembali retak. Ini tentu menjadi perhatian serius karena anggarannya sangat besar dan menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Nur Alam Abra.

Menurutnya, persoalan pada proyek itu sebenarnya sudah terlihat sejak tahap pengecoran lantai jembatan. Saat itu, permukaan beton disebut mengalami lendutan sehingga memicu turunnya tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit yang didampingi Inspektorat beberapa bulan yang lalu. 

Dalam pemeriksaan tersebut, kata dia, kondisi jembatan juga diduga mengalami keretakan pada oprit jembantan. Tim pemeriksa saat itu menyarankan adanya perbaikan pada permukaan jembatan agar air tidak menggenang yang bisa merusak kwalitas beton.

“Saran dari hasil audit waktu itu agar permukaan jembatan diaspal supaya air tidak tergenang. Tapi sampai sekarang itu tidak dilakukan pihak rekanan,” tegasnya.
Proyek pembangunan Jembatan Kessing diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Soppeng Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp4,3 miliar.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan pengawasan teknis terhadap proyek tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas agar kualitas pembangunan infrastruktur tidak merugikan keuangan negara maupun membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait status proyek apakah sudah dilakukan FHO atau belum, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, Ali, belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.
display this