Okita.News, - SOPPENG – Proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kessing dengan Desa Leworeng, Kabupaten Soppeng, kini menuai sorotan. Jembatan yang menelan anggaran miliaran rupiah dan baru rampung sekitar lima bulan lalu itu diduga mengalami kegagalan konstruksi dan terancam "ambruk".
Berdasarkan pantauan media pada Jumat (10/4/2026), kondisi jembatan tampak memprihatinkan. Bagian permukaan terlihat digenangi air hujan, yang mengindikasikan permukaan jembatan melendut.
Genangan tersebut berpotensi mempercepat kerusakan struktur, terutama pada bagian lantai dan tulangan beton.
Tidak hanya itu, saat dilintasi kendaraan, struktur jembatan terasa melendut secara signifikan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya penurunan daya dukung struktur, yang secara teknis dapat mengindikasikan kegagalan pada elemen utama seperti balok girder atau pondasi.
Ketua LSM Pelita Keadilan, Nur Alam Abra, menilai proyek tersebut diduga dikerjakan tanpa pengawasan yang ketat, khususnya pada tahap pengecoran beton. Ia menyebut, kualitas pekerjaan yang kurang maksimal dapat disebabkan oleh tidak terpenuhinya standar teknis konstruksi, seperti komposisi campuran beton, metode curing, hingga pengendalian mutu di lapangan.
“Dari indikasi yang ada, besar kemungkinan terjadi kesalahan pada proses pengecoran. Jika pengawasan lemah, mutu beton bisa di bawah standar, dan ini sangat berbahaya bagi struktur jembatan,” ujarnya.
Secara teknis, jembatan yang mengalami lendutan berlebih dalam waktu singkat patut diduga mengalami over deflection, yang bisa disebabkan oleh beban berlebih, kesalahan desain, atau kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi. Kondisi genangan air juga memperbesar risiko korosi pada tulangan baja di dalam beton.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang kerap dilalui kendaraan berat, terutama truk pengangkut gabah hasil pertanian. Jika tidak segera ditangani, potensi ambruknya jembatan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau dibiarkan, ini bisa ambruk sewaktu-waktu. Apalagi sering dilewati mobil muatan berat. Kami sangat khawatir,” ungkap Lalang, Ketua LSM Pelita Keadilan. Minggu, (12/4/2026).
Nur Alam berharap pemerintah segera melakukan audit teknis menyeluruh serta mengambil langkah perbaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Redaksi sudah menghubungi Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Soppeng, Ali yang merupakan konsultan pengawas pada proyek tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan secara resmi.




