Notification

×

Kategori Berita

Tags
SANTIAJI

ANDI WAHDA

GANRA

ROMPEGADING

JAMPU

DHATIA

HJS 765 PEMDA

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DPW NasDem Sulsel Keluarkan Pernyataan Tegas, Tolak Framing Menyesatkan dan Bela Martabat Demokrasi

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T12:51:30Z
Okita.News, - MAKASSAR - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas dan terbuka terkait pemberitaan yang dinilai tendensius dan menyesatkan. Dalam pernyataan bertajuk “Melawan Framing Menyesatkan, Menjaga Martabat Demokrasi”, NasDem menegaskan komitmennya menjaga kualitas demokrasi dari distorsi narasi publik.

Dalam rilis yang disampaikan di Makassar, Rabu (15/4/2026), DPW NasDem Sulsel bersama seluruh DPD kabupaten/kota se-Sulsel menilai bahwa pemberitaan yang menyeret nama partai telah melampaui batas kritik konstruktif dan cenderung membangun opini yang tidak berbasis fakta utuh.

“Demokrasi tidak boleh dibajak oleh narasi yang menyesatkan. Kebebasan pers tidak boleh dijadikan tameng untuk membangun persepsi keliru yang merendahkan institusi politik,” tegas Syaharuddin Alrif DPW NasDem Sulsel.

DPW NasDem Sulsel menegaskan penolakan terhadap framing yang dinilai menggiring opini publik secara sepihak. Mereka menyebut, narasi yang berkembang tidak lagi mencerminkan kritik yang sehat, melainkan telah menjadi penghakiman tanpa landasan fakta komprehensif.

Selain itu, penggunaan metafora yang menyamakan partai politik dengan korporasi juga dikecam keras. Menurut Syaharuddin Alrif hal tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi demokrasi yang seharusnya menjadi representasi kedaulatan rakyat.

“Partai politik bukan perusahaan. Ia adalah wadah perjuangan ide, gagasan, dan harapan masyarakat,” tegasnya.

Dalam sikapnya, NasDem tetap menegaskan penghormatan terhadap kebebasan pers. Namun, mereka mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus diiringi tanggung jawab moral dan profesional.

DPW NasDem Sulsel menilai, praktik jurnalistik yang mengedepankan sensasi tanpa pijakan fakta berpotensi melahirkan distorsi realitas dan merusak fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Sebagai tindak lanjut, NasDem mendesak pihak media yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik serta melakukan evaluasi terhadap produk jurnalistik yang dinilai melampaui batas etika.

Mereka juga menekankan pentingnya prinsip cover both sides dan akurasi dalam setiap pemberitaan agar tidak merugikan pihak tertentu.

DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif mengungkapkan akan melakukan konsolidasi gerakan politik dan moral bersama seluruh kader di daerah sebagai bentuk respons atas situasi tersebut.

Langkah ini disebut bukan sekadar pembelaan terhadap partai, melainkan bagian dari upaya melawan pembentukan opini publik yang dinilai menyesatkan.

Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi sensasional.

Menutup pernyataannya, DPW NasDem Sulsel menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik. Namun, mereka menolak segala bentuk manipulasi persepsi yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.

“Jika demokrasi dibiarkan dikendalikan oleh narasi yang tidak bertanggung jawab, maka yang runtuh bukan hanya citra partai, tetapi juga kepercayaan terhadap sistem itu sendiri,” pungkas pernyataan tersebut.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat sikap politik NasDem di Sulawesi Selatan dalam merespons dinamika pemberitaan sekaligus menegaskan posisi mereka dalam menjaga marwah demokrasi.
display this