Notification

×

Kategori Berita

Tags
SANTIAJI

SAHAR

HUT RI KEJARI

HUT RI KAPOLRES

HUT RI KASAT LANTAS

HUT RI GANRA

HUT RI RSUD LA

HUT RI DANDIM

HUT RI A WAHDA

HUT RI ROMPEGADING

HUT RI BANK SULSELBAR

HUT RI ALWI

HUT RI JAMPU

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tampil Busana Serasi, Empat Srikandi DPRD Soppeng Rayakan Kemerdekaan Menyita Perhatian Penonton

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T08:36:02Z
Okita.News, - ​WATANSOPPENG -, 17 Agustus 2026 - Suasana haru dan khidmat menyelimuti detik-detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Lapangan Gasis Watansoppeng, Senin (17/8/2026). Di tengah ribuan peserta upacara, sorot mata para undangan tertuju pada empat sosok wanita anggun yang duduk bersahaja di tribun kehormatan.

​Mereka adalah para ‘Srikandi’ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng. Tampil memesona dan serasi dalam balutan busana formal adat berwarna hijau zamrud berhias motif keemasan, keempat legislator wanita ini tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang makna persatuan.

​Hj. Insana, Hj. Andi Wahda, Andi Nelli, dan Andi Ayu Lestari berdiri anggun dalam satu barisan, senyum tulus merekah di wajah mereka. Pakaian adat seragam yang mereka kenakan seakan menyamarkan batas-batas perbedaan politik yang biasanya mewarnai hari-hari mereka di gedung DPR. 

​Faktanya, keempat Srikandi ini berasal dari partai yang berbeda-beda, ​Hj. Insana merupakan srikandi dari Partai Golkar, ​Hj. Andi Wahda juga dari Partai Golkar, ​Andi Nelli mewakili bendera Partai Gerindra dan ​Andi Ayu Lestari berdiri di bawah panji PDI-Perjuangan.

​Di luar panggung politik, pada hari bersejarah ini, mereka memilih untuk menanggalkan seragam partai dan bersepakat mengenakan busana adat yang seragam. Ini adalah simbol kehangatan dan komitmen mereka sebagai putra-putri daerah yang bersatu demi menjunjung tinggi persatuan bangsa di momen sakral kemerdekaan.

​Kehadiran mereka dalam busana yang serasi, meskipun berbeda dalam pandangan politik, memberikan teladan humanis yang sejuk bagi masyarakat Soppeng. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, terutama ketika menyangkut kehormatan bangsa dan tanah air.

​Di bawah terik matahari namun dengan hati yang penuh kebanggaan, keempat Srikandi ini mengikuti rangkaian upacara dengan tertib, merefleksikan kedewasaan berpolitik dan semangat 'Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge' yang menjadi falsafah masyarakat Bugis, khususnya di Kabupaten Soppeng.

​Penampilan mereka tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga memberikan energi positif dan harapan bagi kemajuan Kabupaten Soppeng yang lebih inklusif dan harmonis di masa depan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 
display this