Okita.News, - WATANSOPPENG -, 17 Agustus 2026 - Suasana haru dan khidmat menyelimuti detik-detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Lapangan Gasis Watansoppeng, Senin (17/8/2026). Di tengah ribuan peserta upacara, sorot mata para undangan tertuju pada empat sosok wanita anggun yang duduk bersahaja di tribun kehormatan.
Mereka adalah para ‘Srikandi’ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng. Tampil memesona dan serasi dalam balutan busana formal adat berwarna hijau zamrud berhias motif keemasan, keempat legislator wanita ini tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang makna persatuan.
Hj. Insana, Hj. Andi Wahda, Andi Nelli, dan Andi Ayu Lestari berdiri anggun dalam satu barisan, senyum tulus merekah di wajah mereka. Pakaian adat seragam yang mereka kenakan seakan menyamarkan batas-batas perbedaan politik yang biasanya mewarnai hari-hari mereka di gedung DPR.
Faktanya, keempat Srikandi ini berasal dari partai yang berbeda-beda, Hj. Insana merupakan srikandi dari Partai Golkar, Hj. Andi Wahda juga dari Partai Golkar, Andi Nelli mewakili bendera Partai Gerindra dan Andi Ayu Lestari berdiri di bawah panji PDI-Perjuangan.
Di luar panggung politik, pada hari bersejarah ini, mereka memilih untuk menanggalkan seragam partai dan bersepakat mengenakan busana adat yang seragam. Ini adalah simbol kehangatan dan komitmen mereka sebagai putra-putri daerah yang bersatu demi menjunjung tinggi persatuan bangsa di momen sakral kemerdekaan.
Kehadiran mereka dalam busana yang serasi, meskipun berbeda dalam pandangan politik, memberikan teladan humanis yang sejuk bagi masyarakat Soppeng. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, terutama ketika menyangkut kehormatan bangsa dan tanah air.
Di bawah terik matahari namun dengan hati yang penuh kebanggaan, keempat Srikandi ini mengikuti rangkaian upacara dengan tertib, merefleksikan kedewasaan berpolitik dan semangat 'Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge' yang menjadi falsafah masyarakat Bugis, khususnya di Kabupaten Soppeng.
Penampilan mereka tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga memberikan energi positif dan harapan bagi kemajuan Kabupaten Soppeng yang lebih inklusif dan harmonis di masa depan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.












